Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) menyatakan permintaan maaf lantaran Pemprov DKI dinilai terlalu galak menegakkan hukum demi ketertiban umum. Permintaan maaf tersebut dilakukan jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H pada pekan depan.
"Kami, Pemprov DKI, minta maaf lahir batin, minal aidinwal faidzin, karena kami banyak kekhilafan," ujar Ahok dalam acara mudik bersama PGN di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat (25/7).
Apabila ingin hidup nyaman dan tertib, kata Ahok , warga Jakarta diimbau tidak melanggar peraturan lalu lintas dan peraturan ketertiban umum lainnya. Namun, jika masih tidak tertib dan melanggar aturan, maka Pemprov DKI dengan tegas akan melakukan penertiban.
"Jadi memang kami agak keras dalam penegakan peraturan ketertiban umum ini. Tujuannya agar Kota Jakarta aman dan tertib. Mohon maaf atas ketidaknyamanan akibat tindakan keras kami ini," kata dia.
Ahok meminta untuk para pemudik dilarang membawa sanak familinya dari kampung. Namun, kalau pemudik tetap ingin membawa kerabatnya ke Jakarta, syaratnya harus punya modal banyak.
Tetapi, lanjut Ahok , kalau tidak punya modal lalu tinggal bantaran sungai dan waduk atau di pinggir jalan-jalan inspeksi, maka Pemprov DKI akan menertibkan mereka dan memulangkan ke kampung halamannya.
"Kalau kerabatnya pinter, punya modal, tinggal di Jakarta ya tidak apa-apa. Tapi nyewa di sungai, kami gusur semua. Datang ke sini betul-betul bener, bukan untuk nodong. Kalau mau berhasil, datanglah ke ibu kota," pungkas dia.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih