JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Humas PT KAI Daops 1 Agus Komaruddin menyatakan siap membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menertibkan permukiman liar di kolong rel kereta saat warga mudik Lebaran.
Menurut dia, bangunan dan lapak liar paling banyak terdapat di sepanjang jalur kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Manggarai. Kemudian, di sekitar Stasiun Senen, Kemayoran, hingga Tanjung Priok.
"Kita juga sudah berkoordinasi dengan elemen Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) DKI Jakarta untuk menertibkan bangunan liar itu," kata Agus, saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Jumat (25/7/2014).
Ia mengaku mengalami kesulitan dalam menertibkan lapak liar yang berada di dekat rel kereta dan bawah jalan layang rel kereta. Sebab, bangunan liar biasanya kembali bermunculan setelah ada penertiban.
Agus memberi contoh ketika penertiban beberapa bulan lalu. Saat itu pihaknya membongkar 320 bangunan liar di jalur rel kereta dekat Stasiun Tanah Abang. Kini kondisinya kembali semrawut.
"Memang agak sulit memberantas lapak liar di lingkungan rel kereta, termasuk di kolong rel layang. Ketika dibongkar, mereka (bangunan liar) kembali muncul," ujar Agus.
Sekedar informasi, sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bakal membongkar habis permukiman liar yang berada di kolong jalan layang dan kolong jalan layang rel kereta api.
Selain itu, pihaknya juga bakal menertibkan pemukiman liar yang ada di pinggir jalan inspeksi. Penertiban itu akan dilaksanakan pada saat warga mudik Lebaran.
Pemprov DKI bakal dibantu sejumlah lembaga negara maupun BUMN untuk menertibkan permukiman dan PKL kumuh. Pembersihan PKL di kolong tol akan didukung oleh personel Kodam Jaya, Kementerian Perhubungan, dan TNI.
Sementara untuk penertiban PKL di rel kereta api bakal dibantu oleh PT KAI. Usai penertiban, kawasan tersebut akan dibangun ruang terbuka hijau (RTH) yang dilengkapi beberapa fasilitas umum, seperti jalan inspeksi atau tempat olahraga.
Kendati demikian, Basuki merahasiakan wilayah yang akan , bakal memprioritaskan penertiban di wilayah mana. Sebab, apabila diberitahu, maka warga tetap akan bertahan.
Ia menginstruksikan kepada wali kota setiap wilayah untukmensosialisasikan penertiban tersebut. "Saya siap digugat HAM-burger," tegas dia.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih