Jakarta - Ketika masih kampanye Pilgub DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat mengutarakan penolakan pembangunan 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota. Namun saat menghadiri penandatangan pengusahaan pembangunan 6 ruas tol dalkot itu, Ahok menjelaskan penolakannya.
"Sebagai politisi, ada yang harus dikoreksi. Untuk apa membangun tol padahal transportasi umumnya berantakan. Sedangkan pembanguan jalur busway 15 koridor dari Bang Yos saja ditahan-tahan juga," kata Ahok di Kementerian PU, Jalan Sisingamaharaja, Jakarta Selatan, Jumat (25/7/2014).
Ia menjelaskan bila penolakan itu karena berpikir bila jadi, akses tol menuju Jakarta itu akan membuat Jakarta semakin macet. Namun, setelah mendapat kajian tentang transportasi di Jakarta, akhirnya pembuatan akses tol itu disetujui Jokowi dan Ahok.
"Gila-gilaan membangun infrastruktur dengan bangun sekaligus akan paksa orang Jakarta pindah ke Transjakarta," ujarnya.
Ahok mencontohkan saat ini, Jakarta dikepung pembangunan MRT dan pembuatan ERP saja sudah cukup membuat kemacetan di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Konsekuensi tak terpilih pun diambilnya.
"Saya bayangkan sebagi politisi masa jabatan 5 tahun sampai pemilihan ulang juga bisa jadi saya tidak dipilih. Sekarang saja sudah banyak yang bilang menyesal pilih saya," ujar Ahok yang disambut tawa para undangan acara.
Ia mengatakan mumpung masih menjabat sebagai pemimpin Jakarta, ia akan nekat membangun sejumlah infrastruktur moda transportasi di Jakarta.
"Biar kalau setelah saya mau hentikan juga tidak akan bisa," ucapnya.
Ahok sempat meminta agar pembangunan 6 ruas jalan tol ini bisa disingkat. Dari total 8 tahun pembangunan bisa disingkat menjadi 3 tahun.
"Saya berharap bisa jadi 3 tahun. Tapi kalaupun jadi juga saya sudah tidak menjabat. Setidaknya saya menikmati sebagai warga Jakarta saja," ucapnya.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih