Jakarta - Awas dan waspada pada petugas kebersihan abal-abal yang beroperasi. Mereka menyamar guna meraup uang dermawan. Bermodal sapu dan seragam palsu, para oknum ini bergerak di jalan di Jakarta.
"Ternyata memang benar ada pengemis dengan modus sebgai petugas kebersihan lengkap dengan seragam dan sapunya. Berdasarkan pengakuannya biasanya semalam mendapatkan hasil Rp 250.000. Berdasarkan pengamatan dan pengakuan petugas kebersihan yang benar mereka bekerja sampai sore tidak sampai malam. Kalau ada kegiatan-kegiatan tertentu baru masuk malam," terang Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jaksel Miftahul Huda dalam keterangannya, Minggu (27/7/2014).
Dinas Sosial Jaksel mengamankan dua pria yakni Parusmono dan Udin yang beroperasi di Patal Senayan. Keduanya sambil menyapu sambil meminta-minta.
"Berarti kalau ada petugas malam hari berarti itu hanyalah modus. Modus ini sebenarnya sudah lama dikeluhkan masyarakat. Mereka beroperasi pada bulan puasa utamanya menjelang lebaran. Karena pada akhir puasa ini banyak orang bersedekah, berzakat, berinfaq," terang Miftahul.
"Momen inilah digunakan mereka untuk mengelabui warga kota Jakarta seolah-olah mereka petugas kebersihan yang mempunyai jasa tinggi tetapi penghasilan minim. Tapi kan sekarang petugas kebersihan sudah digaji standar UMP. Diimbau agar warga kota untuk tidak memberi dan membeli di jalan karena mengganggu ketertiban dan keselamatan orang lain," tutupnya.
Jakarta - Dua petugas kebersihan gadungan diamankan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan. Bermodalkan seragam petugas kebersihan warna oranye, dua pria itu mengemis kepada pengendara yang melintas.
Adalah Parusmono (40) dan Udin (30), dua petugas kebersihan gadungan yang sempat terkejut saat petugas Sudin Sosial Jaksel memergoki aksi mereka di kawasan Patal Senayan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (26/7) malam. Parusmono sempat melarikan diri ke tempat sepi dan melepaskan seragam petugas kebersihan yang ia kenakan.
"Parusmono sangat kaget ketika petugas datang dari belakang yang hendak mengamankan dia karena sedang mengemis dengan modus sebagai petugas kebersihan. Setelah melihat petugas, dia lari ke kawasan sepi dan mencopot pakaian seragam dengan tulisan dinas kebersihan," kata Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Yahrensos) Sudin Sosial Jaksel, Miftahul Huda, melalui surat elektronik, Minggu (27/7/2014).
Saat Parusmono berupaya melepaskan seragam palsunya itu, petugas Sudin Sosial Jaksel telah mengepungnya. Sehingga ia dapat digelandang ke mobil. Menurut Parusmono, ada 3 rekannya yang melakukan aksi mengemis tersebut.
"Pengakuannya, dia dan temannya berjumlah 4 orang. Tetapi tiga orang lainnya sudah kabur duluan. Tapi petugas berhasil menangkap satu orang bernama Udin asal Brebes," ujar Miftahul.
Menurut Miftahul, Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) menerima laporan dari warga terkait petugas kebersihan yang mengemis dan biasa beraksi pada malam hari. Sehingga ia memerintahkan jajaran Dinas Sosial DKI untuk menindaklanjuti hal tersebut.
"Petugas malam langsung beraksi dan ternyata memang benar ada pengemis dengan modus sebagai petugas kebersihan lengkap dengan seragam dan sapunya," ujar Miftahul.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih