Liputan6.com, Jakarta : Jokowi. Kader PDIP ini bikin
ketar-ketir. Khususya bagi partai politik pesaing. Betapa tidak, pria
bernama lengkap Joko Widodo itu kini tengah naik daun. Popularitasnya
terus melangit di berbagai survei. Jokowi disebut jadi calon presiden
potensial dari PDIP pada Pemilu 2014.
Wajar saja ada kalangan yang khawatir dengan Jokowi.
Sampai-sampai, kabar beredar ada kelompok yang membentuk tim khusus
untuk menjatuhkan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Menghambat laju politik
putra Solo ini.
Adanya kelompok penjatuhan Jokowi itu pertama kali diungkap
oleh Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo. Tujuannya jelas. Tim khusus itu ingin
mencabik-cabik citra PDIP, khususnya Megawati Soekarnoputri yang juga
Ketua Umum partai dan Jokowi. Terutama menjelang Pemilu 2014.
"Kalau
manuver politik terhadap Pak Jokowi itu ada, itu manuver saingan. Itu
saja partai belum putuskan capres, sudah diserang dan langsung ada yang
cari kelemahan Jokowi dan Bu Mega," kata Tjahjo di Gedung DPR, Jakarta,
Senin 18 November yang lalu.
Tjahjo menyebut tim khusus itu melakukan kontra intelijen. "Mereka membentuk tim khusus untuk men-down grade Jokowi. Tapi faktor X dalam tahun politik itu menarik, ada upaya mencari tsunami untuk memorakporandakan PDIP," jelas dia.
Tim
khusus itu bahkan dikabarkan sampai bertandang ke kampung Jokowi di
Solo untuk mengorek 'dosa-dosa' Jokowi yang mungkin bisa 'digarap' di
Jakarta. Untuk menggali informasi keburukan Jokowi, tim khusus itu juga
dikabarkan berupaya mengumpulkan bekas anak buah mantan Walikota Solo
itu.
Tak hanya mencari 'dosa' Jokowi, Tjahjo menyebut tim khusus
itu juga bergerak ke para pemilik media massa untuk mengurangi porsi
pemberitaan Jokowi. Memang, Jokowi kini berjaya di media, khususnya di
dunia maya.
Sementara, Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan sudah kentara siapa pihak-pihak yang berusaha menjatuhkan Jokowi itu. Kelompok itu gampang dilacak dari pernyataan di media massa.
"Nggak
usah diantisipasi juga semua orang sudah lihat. Terbuka kan, si ini
ngomong ini di media, semua orang juga terbuka bilang kenapa ada
kebakaran terus-terusan. Lah emang Pak Jokowi ngebakarin begitu jadi
gubernur? Itu kan suatu pernyataan yang nggak masuk akal," tutur Puan
saat berkunjung ke kantor Liputan6.com, Jakarta, Selasa (19/11/2013).
Bagi
putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini, memang gampang
membeber kekurangan orang. Namun untuk mengangkat apa yang telah
dikerjakan orang sangatlah sulit.
"Kita sih selalu memberikan
semangat kepada Pak Jokowi. Ya sudahlah pokoknya kerja dulu yang benar,
tunjukkan prestasi, walaupun kami juga paham dalam waktu 1 tahun ini
nggak mungkin bisa melakukan segala hal yang sudah kusut di Jakarta ini.
Tapi paling nggak bisa diperlihatkan kerja baik dan sungguh-sungguh
melakukan hal itu," jelas dia.
Namun, Puan enggan menuding siapa
di balik pembentukan tim penjatuhan Jokowi ini, termasuk apakah mereka
berasal dari partai politik saingan PDIP di Senayan. "Saya nggak akan
dan tidak dalam kapasitas mengatakan ini permainan si A. Namanya
permainan gerakan tertutup itu kan pasti tidak akan dilakukan terbuka,"
ucap dia.
Puan tetap tak mau menunjuk kelompok mana yang ingin
menjatuhkan Jokowi itu, termasuk menyebutkan apakah kelompom itu
berwarna biru atau kuning yang mewakili parpol? "Hahaha... waduh,
pastinya nggak pakai baju warna-warnalah, hitamlah pastinya," ujar dia.
Yang
jelas, jika ingin membuka kelompok ini, harus dengan jalur hukum.
Melapor ke polisi atau ke pengadilan dengan membawa tumpukan bukti.
Namun, PDIP rupanya lebih memilih menghadapinya secara tertutup.
"Ini
suatu gerakan yang harus diantisipasi dengan cara tertutup juga. Kita
sama-sama tahu itu terjadi. Tapi ya namanya tertutup itu kan nggak bisa
dibuktikan," kata Puan.
Sementara, Jokowi selalu mengelak jika
ditanya soal capres. Dia terus berdalih urusan itu menjadi kewenangan
Megawati sebagai Ketua Umum PDIP. Bahkan, dia mengaku bosan
ditanya soal kemungkinan maju sebagai capres dalam Pemilu 2014
mendatang. Meski demikian, nama besar Jokowi rupanya sudah membuat
gentar lawan.
Demokrat Tersindir?
Kabar
adanya tim penjatuhan Jokowi membuat Ketua Fraksi Partai Demokrat
Nurhayati Ali Assegaf berpendapat. Entah karena merasa tersindir atau
tidak, yang jelas perempuan yang pernah mengkritik Jokowi soal kebakaran di Ibukota ini punya wejangan khusus untuk Jokowi.
"Saya
kira sebagai politisi semua orang harus siap menang, siap kalah, dan
harus siap dikritik," ujar Nurhayati yang juga Wakil Ketua Umum Partai
Demokrat itu di Gedung DPR.
Menurut Nurhayati, tidak hanya Jokowi
yang diserang untuk dijatuhkan citranya. Bahkan, Susilo Bambang
Yudhoyono pernah mendapat serangan politik sebelum dan sesudah menjadi
presiden.
"Dulu Pak SBY waktu jadi presiden juga pernah muncul
isu-isu itu, ada black campaign, macam-macam. Itu biasa. Saya sebagai
anggota Dewan juga kena isu seperti itu. Sebagai politisi ya harus
dihadapi," tutur Nurhayati.
Sebelumnya, anggota Dewan Pembina
Partai Demokrat Melani Leimena Suharli juga angkat bicara soal ramainya
kritik untuk Jokowi. Dia mengatakan, kritik-kritik yang diarahkan ke
Jokowi tidak bertujuan menjatuhkan pria yang dikenal gemar blusukan itu.
Sebab belum tentu juga Jokowi menjadi capres PDIP pada Pilpres 2014.
"Ngapain
menjatuhkan, kandidat capres kan belum jelas. PDIP kan belum tentu
capresnya Jokowi," ujar Melani di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 7 November
yang lalu.
Meski demikian, bukan berarti tidak boleh melontarkan kritik ke Jokowi. Jika ada kinerja Jokowi yang kurang bagus, maka pantas dikritik.
Tapi itu bukanlah serangan politik. "Kita melihat nggak bagus, ya
dikritisi, mengkritiksi kalau perlu, nggak usah takut kita di-bully, toh yang kita nyatakan benar," cetus Melani.
Wakil
Ketua MPR ini juga mengajak anggota parlemen dari fraksi manapun untuk
memberikan masukan, tanpa perlu takut dihujat masyarakat. "Mengatakan
sesuatu yang tidak benar, sesuatu yang benar, kita harus siap bila kita
memang benar," tegas Melani. (Eks)
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih