Plt Gubernur DKI Sumarsono menerima aduan PHL Sudin Kebersihan Jakarta Timur di Balai Kota, Rabu (11/1/2017). Foto: Audrey Santoso/detikcomDelapan orang pekerja harian lepas (PHL) Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur mendatangi Balai Kota. Mereka mengadukan pemutusan kerja sepihak kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (Soni).
Seorang PHL di wilayah Jatinegara, Jaktim, Darmin (48) mengatakan, ada 27 PHL di wilayahnya yang diputus kerja secara sepihak.
"27 orang dari Sudin Kebersihan Jakarta Timur (yang dipecat), Pak. Sudah dari tanggal 3 (Januari), alasannya dari sana tidak lolos seleksi," ujar Darmin kepada Soni di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).
Foto: Audrey Santoso/detikcom
PHL Sudin Kebersihan Jakarta Timur mengadu ke Plt Gubernur DKI di Balai Kota, Rabu (11/1/2017) |
"Kan sebelumnya sudah tanda tangan kontrak di atas materai untuk 2017. Syaratnya SKCK dan ijazah kami sudah lengkap," kata warga Penggilingan, Cakung, Jaktim ini.
Namun Darmin kaget saat melihat namanya tidak ada lagi di lembar pengumuman lolos seleksi pada 3 Januari. "Kasie Jatinegara saya tanya, 'Nama saya kok nggak ada?' Dia alasannya sudah berusaha minta ke panitia tapi nggak bisa," bebernya.
Darmin berinisiatif menanyakan nasibnya ke pihak Sudin Kebersihan Jaktim. Namun menurutnya tidak ada tanggapan hingga akhirnya memilih mengadu langsung ke Soni.
"Saya masih kontrak, sebulan biayanya Rp 1,5 (juta) dan anak saya lima. Dari kemarin untuk makan saya pinjam-pinjam uang ke orang," ujar Darmin yang sudah bekerja sebagai petugas kebersihan sejak tahun 1998.
Senasib dengan Darmin, Sartono (49) mengadukan ke Soni permohonannya untuk kembali bekerja yang tidak digubris. Karena itu, Sartono memberanikan diri mengadu ke Soni pagi ini.
"Saya sudah ke Sudin, minta surat untuk permohonan, nggak ada jawaban. Jadi saya gimana lagi," kata warga Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur ini.
Sartono mengatakan pemecatan serupa tak hanya terjadi di wilayah Jatinegara, tetapi juga di Pulogadung, Jaktim. Dia berharap Soni dapat membantu PHL untuk kembali bekerja.
"Gaji terakhir saya Rp 4,9 (juta), sudah saya rasakan. Makanya saya berharap dapat bekerja lagi, kalau tidak ya saya bingung modal usaha saja tidak punya," ujar Sartono.
Foto: Audrey Santoso/detikcom
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih