Merdeka.com - Guna mengatasi kesulitan dana, klub sepakbolaPersija Jakarta akan diakusisi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dengan demikian, Pemprov menjadi pemilik saham mayoritas karena mendapat 60 persen saham.
Kesepakatan itu dilakukan dalam pertemuan antara pengurus PT Persija Jaya Jakarta dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta. Sebagai permulaan, Pemprov akan menerima 20 persen saham hingga proses audit selesai.
"Sebelum realisasi kesepakatan ini, kami akan audit dulu," ungkap Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (11/2).
Pembelian saham itu nantinya akan direalisasikan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Jakpro. Sedangkan sisa saham sebesar 40 persen akan dibagikan kepada pemilik lama sebanyak 20 persen dan klub internal Persija (20 persen).
"Proses ini akan dibicarakan kembali selama dua minggu hingga satu bulan," lanjut Ferry.
Setelah proses audit berjalan, maka sesuai kesepakatan Pemprov DKI akan menerima 40 persen saham yang sudah dijatahkan PT Persija. Dari hasil penjualan saham inilah nantinya yang akan digunakan untuk mengakomodasi keperluan Persija dalam menghadapi kompetisi.
Untuk diketahui, Persija tengah mengalami kesulitan keuangan dalam beberapa musim terakhir. Kondisi ini terjadi karena Ahok ini menahan bantuan uang kepada Persija, sebab sebagian besar sahamnya dimiliki oleh perorangan. Sedangkan Pemprov DKI tidak memiliki satupun saham dalam klub berjuluk Macan Kemayoran ini.
Dengan adanya kesepakatan ini, Persija akan menerima bantuan dana. Sehingga tunggakan gaji pemain maupun jajaran pelatih yang biayanya mencapai Rp 1,8 miliar bisa terbayar.
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih