JAKARTA, KOMPAS.com - Teka-teki siapa Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta perlahan terkuak. Usai membuka Jakarta Fair 2014 pada Senin (9/6/2014) malam, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memanggil Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah dengan panggilan "Pak Sekda".
Awal mulanya, saat Saefullah mengantarkan Basuki ke kendaraan dinasnya di gerbang arena Jakarta Fair Kemayoran. Lantas, ada seorang wartawan berceletuk, "Wah, Pak Wagub diantar sama calon Sekda nih," kata dia.
Basuki yang mendengar celetukan itu langsung merespons. "Hei, siapa bilang Pak Saefullah calon Sekda? Sekda lho dia, jangan macam-macam sama Pak Sekda. Terima kasih ya, Pak Sekda," kata Basuki dari dalam mobilnya.
Mendengar sapaan itu, Saefullah yang berada di hadapan Basuki pun langsung tersipu. Dia tersenyum dan mukanya memerah.
Meskipun demikian, Saefullah enggan berkomentar banyak atas peluangnya menjadi Sekda. "Ah, kalau itu semua kuasa penuh Pak Gubernur," ujar Saefullah seraya meninggalkan wartawan.
Pada kesempatan yang sama pula, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) DKI Jakarta Catur Laswanto juga menyebut Saefullah merupakan Sekda DKI Jakarta yang baru.
Catur bukan pejabat Pemprov DKI pertama yang mengatakan Saefullah calon terkuat Sekda DKI. Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Utara yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri (KDH KLN) Heru Budi Hartono keceplosan menyebut Saefullah yang paling berpeluang menjadi Sekda DKI.
"Pak Saefullah yang jadi Sekda. Benar Pak Saefullah," kata Heru.
Nama Saefullah kini beredar santer di lingkungan Balaikota sebagai calon kuat PNS nomor satu di DKI. Saefullah merupakan salah satu dari sembilan nama PNS DKI yang mengikuti tes kompetensi di Hotel Sahid, beberapa waktu lalu.
Posisi Sekda DKI sudah kosong sejak 1,5 tahun belakangan ini menyusul pengunduran diri Fadjar Panjaitan yang memilih menjadi calon anggota legislatif DPR RI. Posisi ini sangat penting untuk mengatur birokrasi dan APBD.
Saat ini, Jokowi sibuk dengan kegiatan capresnya dan Basuki memerlukan sekda definitif untuk membantu pekerjaannya. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pun telah menerima surat usulan tiga nama calon Sekda DKI. Sebagai pejabat eselon I, pemilihan Sekda melalui Keputusan Presiden (Keppres).
No comments:
Post a Comment
http://www.youtube.com/user/dimensinet
http://www.youtube.com/user/MrLovemata
https://twitter.com/LoVeMaTa
Mohon untuk di Jempol dan di SUBSCRIBE yah gan. Terima Kasih